Rabu, 26 Juni 2013

ASPEK KEUANGAN

  ASPEK KEUANGAN


Keuangan adalah kegiatan yang berhubungan dengan penentuan investasi jangka panjang sebuah perusahaan, mendapatkan dana untuk membayar, dan memimpin kegiatan keuangan harian sebuah perusahaan.
A. Komponen-komponen Biaya
Secara umum dalam pelaksanaan proyek, komponen biaya dibagi atas:
  • Biaya personil adalah komponen-komponen biaya yang dikeluarkan untuk membayar honor dan gaji tim kerja yang bekerja dengan kita. Hitung komponen biaya berdasarkan kesepakatan dengan anggota tim, apakah akan berdasarkan orang-jam/man-hour, oranghari/man-day atau orang-bulan/man-month. Masukkan seluruh anggota tim kerja dari mulai Manajer Proyek sampai Office-boy yang membantu kelancaran pekerjaan tim.
  • Biaya nonpersonil adalah komponen-komponen biaya yang harus dikeluarkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek. Komponen-komponen biaya tersebut antara lain:
  1. Biaya Transportasi, Hitung kebutuhan transportasi baik untuk di dalam kota maupun luar kota. Untuk transportasi dalam kota dapat menggunakan perhitungan estimasi harga per liter premium untuk per lima kilometer jarak.
  2. Biaya Allowance Penugasan Luar Kantor, Pada saat berangkat untuk penugasan luar kota tentunya ada biaya tambahan untuk kita maupun tim kerja yang ditugaskan. Untuk menghitung biaya allowance ini dapat menggunakan contoh sebagai berikut:+ Uang makan 3 kali sehari Rp 90.000,- (jika penugasan luar kota)
    + Biaya komunikasi sehari Rp 15.000,-
  3. Biaya Rutin adalah ongkos-ongkos yang harus dikeluarkan rutin selama kegiatan berlangsung seperti telepon, sambungan internet, korespondensi, listrik, air, gas, keamanan, pemeliharaan, dan sebagainya.
  4. Biaya Pemanfaatan Peralatan dan Sewa adalah ongkos-ongkos yang harus dikeluarkan seperti sewa ruangan (kerja/produksi, presentasi dan pelatihan), komputer, printer, kendaraan, dan sebagainya. Masukkan seluruh komponen tersebut sekalipun tidak disampaikan kepada klien karena biasanya mereka menolak untuk membayar beban-beban tersebut.
  5. Biaya Belanja Barang Pakai Habis adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli barang-barang seperti kertas, alat tulis kantor, tinta printer, disket, CD/DVD, dan sebagainya.
  6. Biaya Penyusunan Laporan adalah biaya yang harus dikeluarkan dalam penyusunan laporan kegiatan dan modul user manual dari misalnya: proyek aplikasi perangkat lunak yang kita bangun. Perkirakan berapa biaya yang habis untuk kerja orang yang mengetik dan mengeditnya, pencetakan, pemaketan dan pengirimannya.
    B. Estimasi biaya
    Definisi perkiraan biaya adalah seni memperkirakan kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk suatu kegiatan yang didasarkan pada informasi yang tersedia pada waktu itu (Iman Soeharto_National Estimating Society USA), berdasarkan definisi, tersebut maka perkiraan biaya mempunyai pengertian sebagai berikut :
  7. Perkiraan biaya yaitu melihat, memperhitungkan dan mengadakan perkiraan atas hal-hal yang akan terjadi selanjutnya
  8. Analisis biaya yang berarti pengkajian dan pembahasan biaya yang pernah ada yang digunakan sebagai informasi yang penting
Kualitas estimasi sangat ditentukan oleh :
  • Tersedianya data dan informasi
  • Teknik dan metode yang digunakan
  • Kecakapan dan pengalaman estimator
  • Tujuan pemakaian perkiraan biaya
Sumber informasi terbaik adalah pengalaman perusahaan dari proyek-proyek yang pernah dikerjakan.
C. Dasar-dasar Penyusunan Anggaran
Budget (Anggaran) ialah suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan (yang menimbulkan penerimaan/hak dan juga pengeluaran/kewajiban), yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu / periode tertentu yang akan datang.
  1. Rencana tersebut memiliki spesifikasi- spesifikasi tertentu, seperti;
  • disusun secara sistematis,
  • mencakup seluruh kegiatan perusahaan, dan dinyatakan dalam satuan moneter/uang
2.  Meliputi seluruh kegiatan perusahaan :
  • Fungsi produksi
  • Fungsi pembelanjaan/keuangan
  • Fungsi administrasi
  • Fungsi pemasaran
  • Fungsi personalia
3.  Untuk waktu yang akan datang

Penerapan Sistem Informasi Manajemen Bagi Perusahaan

Penerapan Sistem Informasi Manajemen Bagi Perusahaan

Semua kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan memerlukan informasi. Demikian pula sebaliknya, semua kegiatan menghasilkan informasi, baik yang berguna bagi perusahaan yang melaksanakan kegiatan tersebut maupun bagi perusahaan lain diluar perusahaan yang bersangkutan, oleh sebab informasi berguna untuk semua macam dan bentuk kegiatan dalam perusahaan.
Apabila sistem informasi manajemen dirancang dan dilaksanakan dengan baik, maka akan banyak manfaat yang bisa diperoleh manajemen perusahaan, yaitu mempermudah manajemen dan membantu serta menunjang proses pengambilan keputusan manajemen. Karena sistem informasi manajemen menyediakan informasi bagai manajemen perusahaan dimana sistem informasi manajemen tersebut dilaksanakan.
 Sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan informasi memegang peranan penting. Pentingnya peranan informasi bagi pemimpin adalah untuk mengambil keputusan sebagai dasar tindakan di masa mendatang. Suatu keputusan yang dihasilkan dengan tidak berdasarkan pada penggunaan informasi yang tepat akan berakibat pada pengambilan keputusan yang cukup fatal dan tidak dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan.
Manajemen menggunakan informasi untuk dua tujuan yaitu perencanaan dan pengawasan. Perencanaan terjadi sebelum pelaksanaan aktivitas organisasi. Tujuan yang ditentukan oleh proses perencanaan harus dicapai dengan aktivitas itu. Meskipun perencanaan meliputi semua tingkat organisasi, tetapi kebanyakan terjadi pada tingkat keputusan strategis dan taktis.
Perencanaan banyak bergantung pada peramalan dan dan informasi dari luar. Pengendalian merupakan hal mebandingkan hasil aktual dengan rencana yang ditentukan pada proses perencanaan. Demikian pentingnya peranan sistem informasi manajemen dalam usaha pencapaian tujuan, sehingga jelaslah bahwa penggunaan dari sistem informasi manajemennya harus dikaitkan dengan usaha-usaha modernisasi, sedang proses modernisasi hanya dapat terjadi bila ditarik manfaatnya dari kemajuan yang telah dicapai dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam manfaat dan peranan sistem informasi manajemen seorang pemimpin dapat mengikut sertakan orang lain dalam arti memikirikan masalah bersama-sama dan bersama pula bertanggung jawab dalam pencapaian tujuan perusahaan
Hampir di seluruh sektor bisnis di dunia ini menggunakan sistem informasi di perusahaan mereka. Bukan hanya itu, mereka pun selalu berusaha melakukan berbagai macam cara untuk menggembangkan sistem informasi yang digunakan di perusahaan mereka. Hal tersebut disebabkan karena sistem informasi memegang peranan yang cukup penting dalam bisnis mereka.

Cara Menganalisis Manajemen Perusahaan

Cara Menganalisis Manajemen Perusahaan

Apa saja kriteria yang harus dipenuhi oleh sebuah perusahaan agar dapat menghasilkan kinerja yang maksimal? Jawaban atas pertanyaan tersebut bisa macam-macam, tapi yang pasti salah satu diantaranya adalah: Tim manajemen yang bagus dan dapat dipercaya. Sebagus apapun sebuah perusahaan, tapi kalau perusahaan tersebut dikendalikan dan dikelola oleh orang-orang yang nggak becus dan tidak bertanggung jawab, maka hasilnya pasti akan tetap jelek. Dalam kaitannya dengan investasi di saham, maka hal ini menjadi penting untuk diperhatikan, mengingat kita sebagai investor retail tidak memiliki kuasa untuk menunjuk orang-orang tertentu untuk duduk di jajaran direksi dari perusahaan yang bersangkutan, kecuali jika anda adalah investor besar yang mampu membeli saham sebuah perusahaan hingga sebanyak 20% dari modal disetor (sehingga anda menjadi pemegang saham utama).


Lalu apa saja kriteria dari manajemen yang bagus dan dapat dipercaya tersebut? Tentunya, kriteria tersebut bisa sangat banyak. Namun berdasarkan pengalaman penulis, kriteria-kriteria tersebut bisa dikelompokkan menjadi tiga bagian. Simpelnya, sebuah tim manajemen perusahaan bisa dikatakan bagus dan juga dapat dipercaya, jika mereka memenuhi tiga ‘work’ berikut:
  1. Work hard
  2. Work good
  3. Work fair.
Masih bingung? Oke, berikut penjelasannya.

1. Work Hard

Jika anda memiliki sebuah perusahaan dan anda merekrut seorang pegawai, maka apa yang anda harapkan pertama kali dari si calon pegawai tersebut? Sudah tentu, ia harus mampu bekerja keras untuk kepentingan perusahaan. Nah, demikian pula ketika anda menjadi seorang investor, atau dengan kata lain pemilik dari perusahaan yang anda beli sahamnya, anda tentu akan mengharapkan bahwa manajemen dari perusahaan yang bersangkutan akan bekerja keras untuk menghasilkan keuntungan dan laba yang sebesar-besarnya bagi perusahaan, dan juga meningkatkan keuntungan tersebut dari waktu ke waktu dengan cara melakukan pengembangan usaha secara terus menerus (jadi tidak hanya menjalankan usaha yang sudah ada saja).

Tapi bagaimana cara untuk mengetahui bahwa perusahaan yang sahamnya kita pilih memiliki tim manajemen yang senantiasa bekerja keras? Dengan melihat rencana kerja dan pengembangan usaha mereka, serta progress dari rencana tersebut (karena kadang-kadang sebuah tim manajemen hanya jago dalam membuat rencana saja, tapi pelaksanaan dari rencana tersebut malah nol besar). Lihatnya dimana? Bisa di laporan tahunan perusahaan alias Annual Report, atau yang biasa penulis lakukan, dengan membaca materi public expose. Di materi public expose tersebut perusahaan biasa mencantumkan rencana kerja serta proyek-proyek pengembangan usaha yang sedang dijalankan, serta target yang hendak dicapai (misalnya proyeknya akan selesai dan beroperasi pada tahun 2015, dst). Selain itu bisa juga dengan membaca pengumuman-pengumuman yang dirilis perusahaan terkait akuisisi, pendirian pabrik, aksi korporasi, dll, untuk satu tujuan: Pengembangan usaha. Semua jenis dokumen tersebut bisa diperoleh di website idx.co.id.

Terkait informasi yang dirilis perusahaan tentang pengembangan usahanya, maka jika anda perhatikan akan ada dua jenis perusahaan, yakni perusahaan yang rajin merilis pengumuman bahwa mereka sedang mengerjakan proyek atau aksi korporasi tertentu, atau perusahaan yang diem-diem aja alias jarang ngomong apapun. Untuk jenis perusahan yang rajin merilis pengumuman tentang aksi korporasi, maka belum tentu aksi korporasi yang mereka lakukan akan berdampak positif terhadap perusahaan, sehingga anda harus membaca aksi korporasi yang bersangkutan secara teliti, sebelum kemudian baru bisa menilai apakah aksi korporasi tersebut akan berpengaruh signifikan untuk kemajuan perusahaan atau tidak. Karena kadang-kadang ketika sebuah perusahaan mengumumkan aksi korporasi tertentu, tujuannya hanya untuk sekedar menunjukkan bahwa mereka sedang ‘do something’ (tapi something yang nggak penting), atau lebih buruk lagi, aksi korporasinya bukan untuk kepentingan perusahaan itu sendiri (baca: para pemegang saham, termasuk kita), melainkan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu, biasanya pemegang saham mayoritas.

Sementara ketika sebuah perusahaan nggak ngomong apapun mengenai rencana pengembangan usaha mereka, entah itu di annual report, materi public expose, atau pengumuman, maka biasanya manajemen yang bersangkutan memang nggak punya rencana pengembangan usaha apapun kecuali menjalankan usaha dengan biasanya saja. Meski ini tentunya menggambarkan manajemen yang ‘working not too hard’, namun itu tidak selalu berarti buruk, selama manajemen ini masih memenuhi dua kriteria lainnya yaitu work good dan work fair (akan dibahas dibawah).

Satu lagi, anda harus hati-hati dan cermat dalam mendefinisikan ‘work hard’ ini, karena itu berbeda dengan ‘talk hard’. Hati-hati dengan perusahaan yang rajin ngomong di media bahwa mereka akan melakukan ini dan itu, padahal aslinya mereka tidak melakukan apa-apa (catat bahwa ‘akan’ itu artinya proyeknya belum dikerjakan). Sumber info yang valid tentunya hanya yang berasal dari perusahaannya sendiri yang dirilis melalui website IDX.co.id, itupun dengan catatan anda tetap harus hati-hati dalam membacanya, atau anda mungkin bisa salah persepsi.

Contoh perusahaan yang manajemennya menerapkan ‘work hard’ ini, jika penulis perhatikan, adalah Bank BJB (BJBR). Sejak perusahaan menunjuk direktur utama yang baru, yakni Mr. Bien Subiantoro, bank ini menjadi cukup eksis dan rajin dalam melakukan berbagai proyek pengembangan usaha, dan hasilnya kinerjanya pun mulai membaik lagi setelah sempat jalan di tempat selama kurang lebih dua tahun. Perusahaan lainnya yang manajemennya tampak bekerja keras adalah Garuda Indonesia (GIAA), namun sayangnya hingga saat ini hasilnya belum kelihatan.

2. Work Good

Penulis pernah dinasehati oleh seorang teman, ‘Kerja keras itu penting, tapi lebih penting lagi kerja bener! Ente lihat, koruptor juga kerja keras, tapi kerjanya nggak bener, ngerugiin rakyat, dan ujung-ujungnya dia sendiri malah dipenjara. Intinya, Ente mau kerja keras kaya gimana juga tetep aja percuma kalo caranya salah.’

Nah, jadi yang dimaksud dengan ‘work good’ disini adalah, manajemen yang baik adalah mereka yang mengelola perusahaan dengan cara-cara yang baik, yang tidak merugikan pihak-pihak tertentu. Manajemen yang baik adalah mereka yang menghasilkan keuntungan bagi perusahaan tapi bukan dengan cara mengambil keuntungan dari pihak lain, atau merugikan pihak lain.

Dalam kaitannya dengan investasi kita di saham, maka manajemen yang ‘work good’ bisa dilihat jika perusahaan yang bersangkutan tidak pernah atau jarang terlibat kasus atau masalah tertentu. Sementara manajemen yang ‘work bad’ (kebalikan dari work good) bisa dilihat jika si perusahaan yang bersangkutan pernah atau sering melakukan hal-hal berikut: 1. Terlibat kasus hukum/tuntutan pailit/sengketa dengan pihak/perusahaan lain, 2. Menolak atau menunda-nunda pembayaran hutang, 3. Melanggar peraturan pemerintah, 4. Tidak membayar pajak, 5. Merusak lingkungan, melakukan transfer pricing, money laundering, dan seterusnya. Untuk mengetahui bahwa sebuah perusahaan pernah terkena masalah atau tidak, caranya gimana? Ya tinggal googling aja, kalau ada yang gak beres pasti keluar beritanya. Penulis sendiri selalu melakukan hal ini setiap kali menganalisis sebuah saham. Contoh perusahaan yang manajemennya ‘work bad’ seperti ini, salah satunya Dayaindo Resources (KARK), dimana perusahaannya sering sekali tersangkut masalah.

Mungkin ada pertanyaan, ketika perusahaan terlibat kasus hukum tertentu dengan perusahaan lain, belum tentu si perusahaan yang bersalah kan? Bisa saja yang salah adalah perusahaan lain tadi? Benar. Karena itulah, kalau anda hendak mengetahui secara detil mengenai kasus-kasus hukum tertentu yang mungkin dialami perusahaan yang anda beli sahamnya, maka anda bisa membacanya di laporan keuangan, di bagian kontinjensi (bahasa Inggrisnya, contingencies). Setelah membaca penjelasannya, maka barulah anda bisa menilai mengenai apakah perusahaan bersalah atau tidak dalam kasus yang dimaksud (tapi sekali lagi, hati-hati dalam membacanya karena tulisannya tentu memihak perusahaan yang bersangkutan). Tapi jika tidak ada kontinjensi apa-apa, maka itu berarti perusahaannya tidak terlibat kasus hukum apapun.

Untungnya, sejauh yang penulis amati, sebagian besar perusahaan di BEI menerapkan ‘work good’ ini, dan hanya terdapat beberapa perusahaan saja yang bermasalah dalam operasionalnya. Tapi untuk menemukan perusahaan yang manajemennya ‘work fair’, maka itu baru agak sulit. Oke kita langsung saja.

3. Work Fair

Penulis pernah diceritakan oleh seorang teman, sebut saja namanya A, yang pernah bertemu dan mengobrol dengan seorang owner dari sebuah perusahaan di BEI, sebut saja namanya B. A bertanya kepada B, ‘Bro, kenapa perusahaan elu, gue lihat laporan keuangannya kok jelek banget? Rugi melulu? Padahal perusahaan-perusahaan lain di sektor yang sama untung terus?’ Dan B menjawab, ‘Bisa saja kok gue bikin laporan keuangan jadi bagus, labanya naik terus, dan sebagainya. Tapi kalau begitu apa untungnya buat gue? Kalau harga sahamnya naik, yang untung siapa? Para pemegang saham publik kan? Bukan gue, karena gue gak ada niat jual perusahaan ini. Malah kalau laba perusahaan ditulisnya naik terus, yang ada gue bisa aja rugi, karena nantinya para pemegang saham publik ribut minta dividen..’

PENGERTIAN MANAJEMEN PERUSAHAAN

                                            PENGERTIAN MANAJEMEN PERUSAHAAN


Organisasi dikenal sebagai alat bagi manajemen untuk mencapai tujuan. Manajemen FMP. padà hakekatnya berarti proses pelaksanaan tugas-tugas yang harus dilaksanakan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Untuk itu manajemen perusahaan sedapat mungkin menganut fungsi-fungsi manajemen baik yang bersifat organik dan fungsional.

Perusahaan yang menganut manajemen modern selalu berdasarkan pada fungsi-fungsi antara lain : perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan agar usahanya dapat dikelola dengan baik dan tujuan yang dimaksud dapat dicapai, adalah meliputi aspek-aspek manajemen sebagai berikut:
a. Manajemen Bahan Baku
Pengadaan bahan baku dan bahan pembantu untuk pakan ternak diusahakan dari lokasi yang dekat dengan lokasi feedlot, sehingga biaya transportasi dan kemudahan pengangkutan dapat diperhitungkan secara efisien dan ekonomis. Pengadaan bahan baku disesuaikan dengan rencana dan pola produksi, sehingga dapat ditentukan sistem inventory yang baik dan teratur. Sedangkan untuk menjamin kelancaran proses produksi, persediaan minimal didasarkan pada persentase rata-rata produksi normal.
b. Manajemen Tenaga Kerja
Manajemen perusahaan direncanakan akan dikelola oleh tenaga-tenaga lokal yang cukup profesional dengan pendidikan minimal Sarjana Muda (D3) yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Untuk tenaga kerja pelaksana akan diutamakan yang berpendidikan minimal SLTA ditambah dengan pengetahuan khusus yang pernah diikuti, sedangkan untuk tenaga buruh diusahakan minimal berpendidikan SD. Untuk menekan biaya recruitment pegawai, maka pengadaan tenaga kerja diusahakan dari daerah sekitar lokasi. Hal ini bertujuan membuka kesempatan kerja barn sekaligus memperbaiki tingkat kesejahteraan melalui peningkatan pendapatan warga di sekitar proyek.
Tindakan selanjutnya adalah memberikan pendidikan dan latihan terhadap personil sesuai dengan bidang/fungsi-fungsi yang ada untuk memperlancar jalannya usaha. Kemudian melakukan pembinaan untuk meningkatkan motivasi dan produktifitas karyawan.
c Manajemen Pemasaran
Pasaran produksi ditentukan dengan melihat sampai sejauh mana permintaan dan penawaran terhadap produk yang dihasilkan. Sedapat mungkin saluran distribusi yang ditempuh tidak terlalu lama untuk menghemat biaya transportasi dan efisiensi. Harga jual ditentukan dengan memperhitungkan biaya produksi dan pertimbangan faktor saingan usaha yang sejenis. Kemudian melaksanakan dan menepati jadwal pengiriman ternak kepada konsumen atau relasi lainnya.